- Kamis, 30 Juli 2026 22:10 WIB
- waktu baca 2 menit
Arsip – Anggota Bawaslu RI, Herwyn J H Malonda, menyampaikan sambutan sekaligus memaparkan materi mengenai evaluasi pengaturan politik uang untuk memperkuat kapasitas dan kesiapan pengawas pemilu dalam Diskusi Tematik Penguatan Tata Kelola Organisasi Bawaslu di FISIP Universitas Padjadjaran, Bandung, Selasa (22/7/2026). (ANTARA/HO Bawaslu Jabar)
Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri sehingga membutuhkan kolaborasi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga negara, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan masyarakat luas
Bandung (ANTARA) – Badan Pengawas Pemilihan Umum RI menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan untuk memperkuat pengawasan terhadap dugaan praktik politik uang melalui transaksi digital.
Anggota Bawaslu RI Herwyn J. H. Malonda di Bandung, Kamis, mengatakan kerja sama tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan melalui pertukaran data intelijen keuangan guna mendeteksi dugaan transaksi mencurigakan yang berkaitan dengan politik uang.
“Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri sehingga membutuhkan kolaborasi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga negara, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan masyarakat luas,” katanya.
Herwyn menjelaskan tantangan pengawasan pemilu semakin kompleks karena praktik politik uang tidak lagi terbatas pada pemberian uang tunai, tetapi juga memanfaatkan transaksi elektronik yang sulit dideteksi tanpa dukungan teknologi dan analisis data.
Baca juga: Bawaslu RI maksimalkan pengawasan digital untuk cegah politik uang
Temukan lebih banyak
Ekonomi
Asia Tenggara & Kepulauan Pasifik
Ekspedisi Kargo via Kereta
Menurut dia, kerja sama dengan PPATK diharapkan dapat membantu melacak alur transaksi keuangan yang berpotensi mencederai integritas proses demokrasi.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Zacky Muhammad Zam Zam mengatakan keterlibatan kalangan akademisi dan perguruan tinggi penting untuk memperkuat pengawasan partisipatif berbasis riset.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap lahir berbagai gagasan, rekomendasi, dan inovasi yang dapat memperkuat kelembagaan Bawaslu. Kolaborasi dengan kalangan akademisi juga diharapkan mampu mendorong pengawasan partisipatif yang semakin efektif sehingga dapat mewujudkan pemilu yang berintegritas,” ujarnya.
Zacky menambahkan Bawaslu akan terus memperkuat edukasi politik dan mendorong partisipasi masyarakat agar mampu menolak segala bentuk politik uang sehingga penggunaan hak pilih benar-benar mencerminkan kehendak rakyat.
Baca juga: Bawaslu Makassar waspadai politik uang pakai aplikasi digital
Temukan lebih banyak
Industri Jurnalisme & Berita
Pantai & Kepulauan
Politik
Baca juga: Bawaslu Bali waspadai peralihan politik uang digital pada Pilkada 2024
Baca juga: Bawaslu Sulsel awasi praktik politik uang bermodus aplikasi
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Sumber : Bawaslu gandeng PPATK melacak transaksi digital gelap politik uang – ANTARA News










